Bunda PAUD Lampung Harap Himpaudi Terus Berinovasi

Bunda PAUD Lampung, Purnama Wulansari Mirza, menghadiri rakerwil II Himpaudi Lampung di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Lampung, Sabtu (8/11/2025).(Diskominfotik Lampung)

BANDARLAMPUNG- Bunda PAUD Lampung, Purnama Wulansari Mirza, membuka rapat kerja wilayah (rakerwil) II Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Lampung tahum 2025.

Kegiatn itu di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Lampung, Sabtu (8/11/2025).

Wulansari Mirza menegaskan, Himpaudi berperan penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berkarakter dan berdaya saing.

Dia menegaskan, PAUD bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang membentuk karakter, nilai, dan keterampilan hidup.

“Harus terus meningkatkan mutu layanan PAUD agar anak tumbuh menjadi generasi tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Dia menekankan, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi perlu bersinergi meluaskan akses serta meningkatkan mutu layanan PAUD seluruh Lampung.

“Saya berharap Himpaudi terus berinovasi dalam metode pembelajaran menyenangkan, inklusif, dan berorientasi kebutuhan anak,” ujarnya.

Himpaudi Berjuang

Ketua Umum PP Himpaudi, Dr. Betty Nuraini, menuturkan, Himpaudi terus memperjuangkan kesetaraan dan perlindungan hukum guru PAUD nonformal, baik advokasi hukum maupun pendekatan dialogis.

Sejak 2019, kata dia, Himpaudi telah mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terkait RUU Sisdiknas yang belum mengakomodasi guru PAUD nonformal sebagai pendidik yang negara akui.

“Tahun ini, perjuangan itu kembali kami lanjutkan dalam membahas revisi undang-undang di DPR RI,” ungkapnya.

Menurutnya, perjuangan Himpaudi tak hanya menyangkut aspek ekonomi, tapi juga menguatkan kualitas pendidik dan tata kelola organisasi profesional.

“Pilar kepemimpinan Himpaudi ada dua, yaitu kepemimpinan kolektif dan transformatif,” katanya.

Kolektif, jelas dia, berarti setiap mengambil keputusan secara musyawarah. Transformatif menuntut visi, komunikasi efektif, pelatihan berkelanjutan, dan peduli terhadap anggota. (kmf)

Related posts

Leave a Comment